Lepat Gayo: Gayo Typical Food

Lepat Gayo: comida típica gayo
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Besides known to have a charm that like never ending, in addition to culture, landscape, nature, Gayo is also known for its culinary. One of its is Lepat Gayo.  Lepat, or more precisely lepat gayo, that’s how Gayo people call it, Lepat gayo is a typical food of Gayo people (Takengon, Bener Meriah, and also Gayo Lues).

Selain dikenal memiliki pesona yang tak pernah habisnya, seperti budaya, landscape alamya, Gayo juga dipercaya kaya akan kulinernya. Salah satunya adalah Lepat Gayo. Lepat, atau lebih tepatnya lepat gayo, begitulah masyarakat gayo menyebutnya, merupakan makanan ciri khas (penganan khas) masyarakat Gayo, baik itu di Takengon, Bener Meriah, dan juga Gayo Lues.

lepat gayo
lepat gayo

Lepat gayo is elliptical, basic ingredients made from glutinous rice flour (pulut), gourd flask (petukel gayo) and some made from cassava (gadung Gayo) which is wrapped in banana leaves, has a sweet taste, and uniquely lepat gayo can have endurance for several months.

Lepat gayo berbentuk bulat panjang, bahan dasarnya terbuat dari tepung beras ketan (pulut), labu tanah (petukel gayo) dan ada yang berbahan dari singkong (gadung Gayo) yang dibungkus dengan daun pisang, memiliki cita rasa yang manis, dan uniknya lagi, lepat gayo ini bisa memiliki daya tahan sampai beberapa bulan.

Lepat is usually made and served on certain days, while welcoming the big days. Such as before the month of fasting (meugang), Eid al-Fitr and Eid al-Adha or other custom processes that are still alive in Gayo society culture. Sometimes also become a community dish at a certain time, in the morning, afternoon or evening. Normally people enjoy it with a cup of coffee.

Lepat tersebut biasanya dibuat dan disajikan pada hari-hari tertentu, saat menyambut hari-hari besar. Seperti menjelang bulan puasa (meugang), Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha atau pada proses adat lain yang masih hidup dalam budaya masyarakat gayo. Sering juga lepat menjadi hidangan masyarakat di waktu tertentu, di waktu pagi, sore atau malam hari. Lazimnya masyarakat menikmati penganan ini dengan segelas kopi. (AY/www.yaminhi.com)

https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
671 Views
Write a response

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
www.yaminhi.com
© Copyright 2018. All rights reserved.
Close
error: Content is protected !!